Yesus Gembala yang Baik.

Minggu, 04 November 2012

Datang dengan Wajah Berbeda

Manna Surgawi 291212

Brown adalah pria yang baik. Dia memiliki tiga anak, Merry, John dan Peter. “Anak-anak, nenek kalian berencana akan datang mengunjungi kita!” teriak Brown di tengah-tengah makan pagi mereka. “O ya, kapan Pa?” tanya mereka. Mereka belum pernah sekalipun melihat nenek mereka. “Tidak tahu kapan nenek datang. Di suratnya hanya dikatakan bahwa dia mau datang. Begitu saja,” jawab Brown.

Musim dingin tiba dan seperti biasanya sekolah-sekolah di Amerika libur pada musim dingin. Ini kesempatan bagi Merry, John dan Peter untuk belajar bermain ski di bukit yang tidak terlalu tinggi yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka. “Merry, John sudah hampir siang nih, cepat bawa perlengkapanmu, kita ke bukit itu!” teriak Peter I suatu pagi. Setelah siap, mereka pun berlari kecil menuju bukit itu. Di tengah jalan, mereka melihat seorang perempuan tua yang duduk di pinggir jalan. Sepertinya dia kepayahan berjalan di atas salju yang mulai menebal dan dia kelihatannya lapar. “Ayo cepat, tidak perlu diurusi perempuan tua itu!” teriak Peter ketika melihat Merry dan John mulai mendekati perempuan tersebut. John terdiam sejenak dan kelihatan ragu-ragu. Tetapi Merry tetap berlari kecil mendekati perempuan tua itu. Berkali-kali Peter berteriak mengajak Merry dan John untuk melanjutkan perjalanan ke bukit. John pun akhirnya mengikuti ajakan Peter. Sementara itu, Merry bersikeras untuk menolong perempuan tua itu. “Ada yang bisa saya bantu? Ibu mau ke mana” tanya Merry. “Tolong papah saya dan bawa saya ke rumah yang di pojok itu,” jawabnya. Merry heran, sebab rumah yang dimaksud  adalah rumahnya. Namun, dia tetap menuruti permintaan perempuan itu. “Oh, kenapa berpakaian seperti ini?: kata Brown sesaat setelah Merry dan perempuan itu sampai di rumah. “Memangnya siapa ibu ini, Pa?” tanya Merry keheranan. “Ini nenek kalian,” kata Brown. Belum sempat Merry bercerita, perempuan itu sudah menyahutnya, “Ya, saya sengaja tampil seperti ini. Saya hanya ingin tahu tanggapan anak-anakmu” Perempuan tua itu kelihatan senang ketika memandang Merry. Tetapi, dia menjadi sedih ketika mengetahui tanggapan John dan Peter yang seper itu.

Bagaikan perempuan tua itu, Kristus datang ke dunia dengan tampilan yang berbeda, tidak seperti yang dibayangkan manusia. Ketika Kristus datang, ada yang menanggapiNya secara serius untuk kemudian menerimaNya di hatinya. Ada yang ragu-ragu dan ada yang menolakNya. Bersyukurlah kalau kita menjadi orang yang sudah menanggapi kedatangan Kristus dengan serius. Namun, kita tetap harus berhati-hati, sebab keseriusan kita bisa pudar manakala kita mengutamakan kesenangan jasmani. Fokus kita bukan lagi Kristus, tetapi hal-hal jasmani. Ada baiknya, di Natal tahun ini, kita mengulang kembali komitmen kita kepada Kristus. Jangan sampai kita membiarkan Kristus berada di luar dan terus mengetuk  pintu hati kita. Jalinlah keakraban dengan Kristus setiap saat, bukan hanya di Hari Natal saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar