Yesus Gembala yang Baik.

Minggu, 04 November 2012

Pria & Wanita

Ada sebuah kisah tentang penciptaan pria & wanita

Pada saat Sang Pencipta telah selesai menciptakan pria. Ia baru
menyadari bahwa Ia juga harus menciptakan wanita. Padahal semua bahan
untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk menciptakan pria.
Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan kemudian Ia mengambil
lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput
yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar
dari matahari, tetes embun dan tiupan angin. Ia juga mengambil rasa
takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak, kelembutan dari dada
burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu dan kekejaman dari
harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari
burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung
bangau dan kesetiaan dari induk singa.

Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka Sang Pencipta membentuk
wanita dan memberikannya kepada pria. Pria itu merasa senang sekali
karena hidupnya tidak merana dan kesepian seorang diri.

Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya: 'Tuhan,
ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak
bahagia. Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia
minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal
sepele. Aku datang untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku
tidak bisa hidup dengannya'.

'Baiklah', kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali. Beberapa
minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan, dan berkata, 'Tuhan,
sejak aku memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana
kesepian. Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku.
Aku selalu memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia.
Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku
sendirian, kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana ia
menari dan menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia
bercakap-cakap dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan
sedemikian lembut untuk disentuh. Aku suka akan senyumannya. Tuhan,
kembalikan lagi wanita itu kepadaku!'.

Sang Pencipta berkata, 'Baiklah'. Ia memberikan wanita itu kembali
kepadanya. Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan
dan berkata, 'Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih
banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan.
Aku tidak tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa
kepada-Mu. Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi hidup
dengannya'.

Sang Pencipta balik bertanya, 'Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?'.
Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa.. Dalam hatinya ia berkata,
'Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku
juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa
arti hidup ini?'.

'Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani
menerima perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang
menjadi kebutuhan

mendasar dari pasangan hidupmu!', jawab Tuhan. Dan inilah enam kebutuhan
mendasar pria dan wanita:

1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan.

2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan.

3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan.

4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman.

5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan.

6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar