Yesus Gembala yang Baik.

Selasa, 07 Juni 2016

Kisah Michael Berawal Saat Berumur Enam Tahun


Oleh : Charlotte Elmore
Dalam Buku : Kisah Kasih Allah

Dengan putus asa, saya bertanya apakah Michael dapat dites ulang. Ia menggeleng dan berkata “tidak”. Dalam upaya menunjukkan betapa “normalnya” Michael sesungguhnya, saya mula menceritakan apa saja yang dapat dilakukan Michael. Namun ia tidak menanggapi ucapan saya, berdiri, dan meninggalkan saya. “Michael akan baik-baik saja,” katanya.
            Malam itu, setelah Michael dan Linda, adik perempuannya yang berusia tiga tahun, tidur, saya berbicara sambil terisak kepada Frank tentang apa yang terjadi hari itu. Setelah membahasnya, kami setuju bahwa kami lebih mengenal anak kami daripada tes IQ itu. Kami memutuskan bahwa nilai tes Michael yang rendah pasti keliru.
            Seperti saya, Frank tak percaya bahwa anak kami “lemah mental”. Ia malah menceritakan hal-hal yang baru saja dilakukan Michael, yang membuktikan bahwa Michael pandai...  Ia berkata bahwa suatu malam Michael menunjukkan minta terhadap sketsa cetak biru yang sedang dikerjakannya , maka ia mencari mainan blok-blok berbentuk ganjil milik Michael dan dengan cepat membuat gambar dua dimensi dari blok-blok itu. Frank kemudian meminta Michael mencocokkan mainan tersebut dengan gambar yang sesuai. Frank berkata bahwa ia senang melihat betapa mudahnya Michael membuat sesuatu dengan pedoman diagram yang menyertai mainan itu.
            Ketika kami pindah ke Fort Wayne, Indiana pada tahun 1962, Michael masuk ke SMU Concordia Lutheran. Sekolah itu mengadakan seleksi persiapan masuk, termasuk biologi, bahasa Latin, dan aljabar – beberapa mata pelajaran yang menurut psikolog, tak akan pernah dikuasainya. Namun, biologi segera menjadi pelajaran kesukaannya. Dan ia mulai berkata kepada setiap orang bahwa ia ingin menjadi dokter.
            Michael masuk Universitas Indiana di Bloomington tahun 1965 sebagai calon mahasiswa kedokteran. Pada pertengahan tahun, indeks prestasi kumulatifnya 3,47. Ia masuk dalam daftar murid terbaik, dan pembimbing akademiknya memberi izin khusus untuk mengambil mata kuliah tambahan. Nilainya pun memenuhi syarat untuk diterima di Universitas Kedokteran di Indianapolis pada akhir tahun pertama pendidikan pendahuluan itu.
            Selama tahun pertama sekolah kedokteran, Michael ikut tes IQ lagi, dan skornya 126 , naik 36 poin. Kenaikan seperti itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin.
            Pada 12 Mei 1972, Frank, Linda, dan saya menghadiri upacara wisudanya dan memeluk Dr. Mike kami! Setelah upacara kami bercerita kepada Michael dan Linda tentang IQ-nya yang rendah saat 6 tahun, yanga membuat kami sedikit khawatir. Lalu Michael memandang saya dan sambil menyeringai berkata,”Ayah dan Ibu sama sekali tak pernah mengatakan bahwa saya tidak mungkin menjadi dokter, itu sebabnya saya lulus menjadi dokter!” Begitulah ia mensyukuri iman dan keyakinan kami.
            Ya, anak-anak hidup dengan apa yang diharapkan orang tua – katakan kepada seorang anak ia “bodoh”, maka ia akan benar-benar menjadi bodoh. Kami sering berpikir apa jadinya jika kami tetap memperlakukan Michael sebagai seorang “terbelakang mental” dan membatasi impiannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar