Yesus Gembala yang Baik.

Jumat, 26 Oktober 2012

Christ of the Andes



Manna Surgawi, 141211


Christ of the Andes adalah lambing yang mengesankan untuk sebuah perdamaian. Suatu kali, Negara Chile dan Negara Argentina bermusuhan. Pertempuran sengit di antara kedua Negara itu pun tidak bisa dihindari lagi. Setiap hari yang terdengar hanyalah bunyi letusan senjata. Letih dan bosa menghinggapi rakyat di kedua Negara itu, terutama pasukan tempurnya. Hingga pada suatu saat timbul keinginan dari mereka untuk hidup berdampingan dengan damai. Kemudian perwakilan dari kedua Negara tersebut ke Gunung Andes yang menjadi tapal batas kedua Negara itu. Di sana mereka mendirikan sebuah patung Kristus yang sangat besar dengan tangan kananNya terbuka dan tangan kiriNya memegang salib. Mereka membuat perjanjian damai dan menuliskannya di bawah patung tersebut. Bunyinya, “ Dengan segera gunung ini akan remuk menjadi debu ketika Argentina dan Chile melanggar perjanjian damai di kaki Kristus Sang Penebus.” Di samping kanan patung itu terdapat bendera Negara Argentinya dan di samping kirinya aa bendera Negara Chile. Gunung yang tingginya mencapai 4.200 meter di atas permukaan laut itu telah menjadi saksi bisu turunnya damai bagi Negara Argentina dan Negara Chile. Seluruh rakyat dari kedua Negara itu menghargai perjanjian damai tersebut dan berusaha mewujudkannya sampai sekarang. Suatu kesaksian yang indah!

Peristiwa bersejarah itu meingingatkan kita akan peristiwa Natal. Berabad-abad sebelum Natal, Yesaya sudah menubuatkan bahwa suatu hari kelak nanti akan lahir Raja Damai. Dan, Natal adalah penggenapan nubuat itu. Yesus datang membawa damai. Ada dua dimensi damai yang dibawa Yesus, yaitu perdamaian antara manusia dengan Tuhan dan perdamaian antara manusia dengan sesamanya. Setiap orang yang menerima Yesus secara otomatis menjadi berdamai dengan Tuhan. Dan setiap orang yang sudah berdamai dengan Tuhan, berkewajiban membawa damai itu kepada orang lain. Maka tidaklah mengherankan kalau Yesus memberikan ajaranNya berbunyi, Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar