Yesus Gembala yang Baik.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Sehari Tanpa Celaan



Manna Surgawi 241211


Hampir tiap hari yang dijalani Amy Hagadorn tanpa menerima cela dari teman-teman sekolahnya. Kalau tidak kata-kata celaan, teman-temannya akan meniru Amy yang berjalan pincang karena ia mengidap celebral palsy. Setiap hari Amy bergumul dengan intimidasi dari teman-temannya. Walaupun di dalam kelas penuh dengan anak-anak, tapi ejekan-ejekan itu selalu membuat  Amy merasa sendirian.

Waktu makan malam, ayahnya yang melihat Amy tertekan mencoba menghangatkan suasana hati putrinya yang dingin dengan sebuah berita, “Di sebuah  stasiun radio ada perlombaan  membuat permohonan di hari Natal. Amy, cobalah menulis surat ke sana, siapa tahu kau memenangkannya.” Amy terlihat bersukacita ketika mendengar  hal itu. Usai makan malam ia segera menulis keinginannya. Semua anggota keluarga mencoba menebak permohonan Amy, beberapa mengira bahwa yang paling diinginkan Amy adalah boneka Barbie setinggi satu meter. Namun, Amy merahasiakan permohonan Natalnya.

Ribuan surat masuk ke radio WJLT, stasiun yang mengadakan lomba permohonan Natal. Para karyawan stasiun radio itu bekerja keras memaca permohonan-permohonan yang diinginkan  oleh anak laki-laki dan perempuan dari seluruh kota. Manajer Lee Tobin terharu saat membaca surat Amy yang berbunyi, “Nama saya Amy. Saya berusia Sembilan tahun Saya mempunyai masalah di sekolah, dapatkah Anda menolong saya? Anak-anak menertawakan saya karena cara saya berjalan, berlari dan bicara. Saya menderita cerebral palsy. Saya hanya meminta satu hari untuk dilewati tanpa ada orang yang menertawakan  atau mengejek saya. Sayang selalu, Amy.” Hati Manajer Lee Tobin tersentuh oleh keinginan Amy, ia tahu cerebral palsy adalah kelainan otot yang tampak aneh bagi teman-teman sekolah Amy

Manajer Lee Tobin kemudian menelpon redaksi Koran local yang keesokan harinya memuat foto Amy dan permohonannya. Suatu siang, tukang pos singgah membawa  amplop berbagai ukuran yang dialamatkan kepada Amy. Surat itu datang dari anak-anak dan orang dewasa dari seluruh negeri. Lebih dari 2.000 orang mengirimkan surat persahabatan dan dukungan kepada Amy, tiap penulis mempunyai sebuah pesan khusus baginya. Di sekolahnya, para guru dan murid berdiskusi tentang bagaimana perasaan orang yang diejek. Bahkan, Walikota Fort Wayne menyatakan 21 Desember sebagai Hari Amy Jo Hagadorn. Permohonan Amy “sehari tanpa celaan” kini terpenuhi! Penerimaan adalah hadiah terindah bagi Amy.

Natal selalu berbicara tentang hadiah Bapa yang memberikan Yesus sebagai hadiah terindah bagi manusia yang berdosa. Yesus yang mulia lahir dalam kesederhanaan di kandang domba dan mati dipermalukan di atas kayu salib, supaya kelak setiap umat tebusanNya tidak akan dipermalukan tetapi dipermuliakan. Maknailah Natal sebagai momendi mata kita kembali mensyukuri betapa lebar dan dalamnya kasih Bapa sorgawi bagi kita!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar