Yesus Gembala yang Baik.

Jumat, 26 Oktober 2012

Es Teh dan Es Sprite



Manna Surgawi , 091211


Libur weekend  adalah hal yang sangat menyenangkan bagi Pak Oni. Saat-saat seperti itu adalah saat-saat yang indah baginya. Pak Oni bisa berduaan dengan istrinya karena anaknya masuk sekolah. Biasanya dia mengajak istrinya naik sepeda motor pergi entah ke mana. Sayang, sabtu itu sepeda motornya rusak. Mau tidak mau di harus menuntun sepeda motornya ke bengkel. Istrinya pun setia mendampinginya.
“Pa, saya mengantar buku ini dulu ya ke rumah Bu Ajeng,” kata istrinya. Semetera itu Pak Oni menunggu di bengek. Cuaca yang sangat panas membuatnya merasa sangat haus, dia pun membeli es teh di warung sebelah bengkel. “Ah, sementara saya minum, istri saya pasti kehausan di jalan. Kalau begitu saya sisihkan untuk dia,” kata Pak Oni. Setengah jam pun berlalu. Pak Oni kaget karena tiba-tiba istrinya sudah ada di depannya saat dia sedang membaca Koran. “Pa, ini es Sprite untuk Papa. Pasti haus kan?” kata istrinya sambil menyodorkan es sprite.
“Ini juga saya sisihkan es teh untuk Mama,” jawabnya.
“Yah, saya pikir Papa pasti kehausan di sini,” kata istrinya.
“Ya sudah tidak apa-apa, kita habiskan berdua saja keduanya,” kata Pak Oni dengan lembut.
Tak disangka orang-orang yang ada di warung itu menyimak pembicaraan mereka. Mereka pun menjadi heran karenanya.
“Pak, Bu, kok bisa akur begitu sih. Kok sama-sama s” tanya seseorang.
“Ya, itu memang tidak mudah. Tetapi, saya selalu ‘menaruh’ istri saya di dalam hati saya. Demikian juga dengan istri saya, dia selalu ‘menaruh’ saya di dalam hatinya,” jelas Pak Oni.
Pengalaman Pak Oni dan istrinya itu sangat sederhana. Seharusnya semua pasangan bisa mewujudkannya. Sayang, tidak jarang yang terjadi justru sebaliknya. Pertengkaran, pisah ranjang, bahkan perceraian menghiasi berita di media massa. Apa sebabnya? Karena yang memenuhi hatinya bukanlah pasangannya. Pekerjaan dan karier menyerobot masuk ke ruang hati yang kosong. Harta dan kesenangan menyelinap masuk ke bagian hati yang dibiarkan melompong. Lebih parah lagi, sekretaris dan rekan kerja atau bahkan teman lamanya yang mengusir keberadaan pasangan dan mengganti posisinya di hatinya. Penulis Amsal dengan sangat puitis menasehati supaya setiap orang setia kepada pasangannya (Ams 5:15-20). Alasannya karena di hadapan Tuhan tidak ada yang tersembunyi, termasuk segala sesuatu yang buruk yang ada di hati. Tuhan pasti menghukum orang yang tidak setia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar