Yesus Gembala yang Baik.

Senin, 29 Oktober 2012

Kesaksian Us-Us Pelawak



Maman                                  

Kesaksian yang luar biasa dari seorang pelawak yang bertobat dan diubahkan Tuhan Bersama ini saya kirimkan kesaksian dari seorang Sunda yg jadi anggotagroup lawak dari Bandung dan pimpinannya adalah sdr Us-us (D’Bodor -mantan bintang film di thn 60 an).
Kesaksian ini saya dengar sendiri waktu ada rubrik kesaksian di Persekutuan doa yg dirumahnya Jendral (Purn) Pranowo, mantan dirjen Imigrasi. Fisik dari orang tsb ialah pendek sekitar 150 cm tapi giginya ada 4 buah yg copot karena dipukulin sama Ex teman2nya karena pindah agama. Kesaksian yg dibawah ini saya ambil dari majalah Narwastu, Namanya ialah Kang Maman alias Pak Elisa.

Dari Sungai Ciliwung ke Sungai Yordan
Sebelumnya ia bernama Muhammad Shalat karena ia dilahirkan pas jam  sembayang, panggilan akrabnya adalah Maman. Tapi, kata dia, karena sekarang sudah menyeberang dari Sungai Ciliwung ke Sungai Yordan, maka namanya diganti menjadi Elisa. jadi, karena ia memang selalu gembira atau, mungkin lantaran ia seorang pelawak. Ditemui NARWASTU, di sebuah gereja di bilangan Depok. Kang Maman atau Pak Elisa memberikan kesaksiannya berikut ini :

Dulu saya bukan orang Kristen, karena saya pernah juara membaca kitab suci agama saya yang dulu maka saya diangkat menjadi pegawai di Kantor Kecamatan. Saya juga mantan pelawak Grup Sangkuriang Bandung. Saya mengikut Kristus baru dua tahun ini. Ceritanya mula-mula ada orang datang ke kantor untuk ngurus surat-surat. Setelah saya baca, dia orang Kristen, saya nggak mau layanin. Saya benci orang Kristen. Lalu saya pulang padahal dia masih nunggu terus. Di rumah saya sembahyang, saya memang tidak pernah ketinggalan sembahyang. Waktu itu saya bersujud minta ampun kepada Tuhan. “Ampunilah perbuatan-perbuatan saya yang salah tadi siang”. Tahu-tahu ada suara angin. Dan saya langsung melek. Ternyata ada yang berdiri di situ. Dia menampakkan wajahnya dan badannya dengan pakaian yang putih, pakai selendang merah bawa tongkat. Merahnya menyala tidak ada bandingnya. Sendalnya seperti bakiak dan berwarna emas. Lalu dia bilang begini, “Syalom, syalom.” Saya nggak mengerti apa syalom itu. Tapi, seperti langit mau pecah itu suaranya. Waktu itu saya mengucap, “Astagafirullah aladzin”. Saya didatangi itu kira-kira ada 5 menit.
Lalu, dia bilang begini, “Anakku, akulah Isa Almasih, dan akulah Yesus Kristus. Akulah jalan yang lurus dan akulah yang terkemuka di dunia dan di akhirat.
“Saya seperti nggak sadar, lalu bertanya, “Kau ini siapa?” Lalu Dia menaruh tangan di kepala saya: “Aku menumpangi kepala kamu. Aku akan memberkati kamu. Ikutlah aku. Jalan yang lurus.”
“Astagafirullah aladzin”. Waktu saya melek lagi Dia sudah nggak ada.
Lalu, saya membangunkan istri. “Mah, bangun.”
Dia tanya, “Aya naon (Ada apa)?”.
Lalu saya ceritakan kejadian itu. Dia malah bilang, “Itu teh jurig, setan, iblis.”
Dia suruh saya berdoa. Saya berdoa lagi. Istri saya tidur, saya nggak bisa tidur.
Sampai satu minggu, saya nggak bisa tidur. Pikiran saya nggak tenang. Saya merasa masih melihat wajahnya terus-menerus. Rumah tangga saya jadi guncang, dan akhirnya saya keluar dari pekerjaaan.
Suatu sore, saya berjalan-jalan, sampai ke dekat gereja. Waktu itu ada kebaktian, jemaatnya nggak banyak. Saya dengerin saja dari luar. Tapi Pak Pendeta ngajak saya masuk. “Entar diberkati Tuhan” katanya.
Saya takut masuk, Nanti saya disalib, pikir saya begitu. Saya pulang saja.
Minggu berikutnya saya ikut seminar di Gereja itu. Ada pelepasan katanya.
Tapi saya nggak tahu apa artinya. Sampai saya ikut pelepasan, lalu dikasih Alkitab sama Pak Pendeta. Tapi, nggak pernah saya bawa ke rumah. Saya taruh saja di kebun singkong. Takut, Mertua saya kan ulama.
Tapi saya belajar terus di gereja itu. Selama tiga bulan saya membohongi istri. Kalau ditanya, “Bapak dari mana?”
Saya jawab: “Kondangan, Mah”.
Istri saya nggak percaya. “Kok siang malam kondangan terus. Punya pacar kali ?” Saya nggak mau begitu terus. Saya kan umat Kristus. Lama-lama, saya mendoakan orang sakit, nggak dibawa ke dokter, tapi sembuh. Yang lumpuh, saya doakan demi Nabi Isa Almasih, dia sembuh.
Tapi suatu hari ada yang datang ke mertua saya, dan bilang, “Pak, sekarang mantunya jadi dukun Kristen lho..!”
Malam itu juga jam dua subuh saya dibangunin sama mertua saya.
“Bangun setan, Anjing laknat lu..!” Saya dibilang orang kafir, terus diusir. Saya pergi malam itu juga, ngajak istri dan anak saya. Istri saya langsung minta dicerai, tapi saya nggak mau. Lalu, saya sujud kepada-Nya “Tuhan sekarang saya hidup di dalam namaMu, Yesus Kristus. Jangan sampai sia-sia. Berkati istri saya karena dia tidak mengenal Engkau.” Tuhan memberkati saya. Saya bisa ngontrak rumah, sampai 2 hari.

Tapi kemudian saya dianiaya oleh penduduk di situ. Waktu itu hari Jumat. Saya dipukuli. Gigi saya dimasuki kayu, sampai rontok. Waktu itu saya sedang jalan ke rumah. Saya ditarik sepanjang jalan kerumah sampai tangan saya habis. Di dalam rumah, tangan saya dijepit pakai meja, sampai patah. Kira-kira 5 bulan, waktu itu saya sudah sembuh, terus dianiaya lagi. Dipukuli lagi, kaki saya sampai cacat. Puji Tuhan, sampai sekarang saya bisa jalan. Istri saya minta dicerai  lagi, tapi saya nggak menceraikan. Saya masih dianiaya terus, sampai akhirnya saya minta cepat-cepat dibaptis. “Pak Pendeta, saya minta cepat dibaptis, takut umur saya pendek.” Saya memang takut mati karena setiap hari berdarah terus.
Setelah dibaptis itu, saya masih juga dianiaya.
Suatu hari, saya dipanggil oleh saudara-saudara saya di daerah Ciapus, Bogor. Saya disuruh minum kopi. Yang lain, empat orang, pada minum teh. jadi saya curiga apa lagi mereka kelihatan bisik-bisik. Saya belum berani minum. Tapi, Roh Kudus bilang, “Anakku, minumlah kopi itu.
Karena sudah dikuduskan oleh namaKu. Yesus Kristus. Hormatilah saudaramu.”
Lalu saya minum kopi itu. Waktu itu mereka bisik-bisik.
Tapi, Puji Tuhan. Sampai pulang ke rumah, saya nggak apa-apa. Kemudian, saya dipanggil oleh kakak saya. Disuruh betulin kandang kambing. Saya tidak tahu kalau di belakang saya waktu itu ada minyak tanah dalam ember.
Tiba-tiba saya diguyur dan sempat dibakar. Katanya sih apinya sudah nyala, tapi saya nggak merasa apa-apa Terus pernah juga kuku saya dicabut, copot satu. Tapi dua hari lagi sudah sembuh. Saya berdoa, agar Tuhan memberkati mereka yang menganiaya saya. Tapi kemudian, mertua saya meninggal. Sebelumnya dia pernah paksa saya supaya pindah lagi ke agama dulu. Jadi saya ini kenyang dianiaya.

Saya dibenci masyarakat. Dibilang setan, kafir, anjing, dan segala macam. Tapi, Puji Tuhan. Saya selalu merasakan berkat dan pertolonganNya. Kalau agama saya diejek orang, saya bilang, “Lho, kenapa. Ini kan untuk keselamatan saya sendiri.” Saya dulu belum bisa menerangkan firman, buta rohani. Tapi, saya kemudian belajar. Saya mulai bertumbuh, sampai sekarang. Saya mulai bersaksi di mana-mana. Lama-lama makin banyak yang kenal. Saya sering diundang ke sana-sini. Saya juga dikenalkan sama pendeta ini pendeta itu. Saya selalu bertanya kepada istri saya “Setelah jadi Kristen, saya jahat nggak?” Puji Tuhan, istri saya nggak mau diceraikan sekarang. Sedikit-demi sedikit, istri saya dikasih tahu Injil. Dia mulai berubah, walaupun masih sedikit. Saya percaya, Tuhan akan memberkati dan memperlihatkan kuasa-Nya seperti kesaya. Sekarang, di dalam rumahtangga saya ada damai sejahtera dan tidak kekurangan apa-apa.

Saya sering diminta berdoa untuk orang sakit. Puji Tuhan, mereka sembuh setelah saya doakan. Ada adik saya dari Bandung, dulu benci saya. Suatu hari dia datang. Katanya, “Kang saya disantet dukun dari Cirebon.”
Matanya sampai keluar. Dioperasi habis dua juta juga nggak sembuh-sembuh.
Terus saya bilang sama dia. “Mau nggak kamu didoain?” Lalu dia menginap di rumah saya.
Saya pakai minyak urapan, karena kemana-mana saya selalu bawa minyak zaitun.
Saya tumpangi tangan ke dia. “Tuhan Yesus, sembuhkan adik saya.
Kalau ada roh-roh jahat, roh-roh santet, roh-roh apa saja dalam tubuh adik saya, kau hancurkan.” Saat itu, keluar dari hidungnya mimisan. Malam harinya dia mimpi begini: “Yesus yang menyembuhkan. Yesus yang mengeluarkan roh-roh jahat dari tubuhku. Dia rambutnya panjang.” Saya bilang, “Makanya percaya pada Gusti Yesus Kristus. Karena kalau percaya kepada Gusti Yesus, akan sembuh”. Setelah pulang ke Bandung, dia bilang mau ngikut Gusti Yesus. Kata adik saya, “Bilangin ya pada saudara-saudara di Bandung, di Garut, kalau saya sudah sembuh tanpa
dokter. Yesus itu dokter di atas segala dokter.” 

Saya dikaruniai 4 anak. yang paling besar sudah SMP, yang paling kecil umurnya 5 tahun. Istri saya namanya Siti Cholifah. Sekarang ini saya ajari mereka tentang Kristus. Saya nggak mau mereka sia-sia. Kenapa orang lain diselamatkan, kok keluarga saya tidak. Saya terus beritakan Injil kepada semua orang. Ke kampung-kampung, ke pegunungan, sampai tempat yang terpencil saya beritakan. Pokoknya saya jalan terus, meskipun nggak punya kendaraan. Saya tidak takut bersaksi di mana-mana. Sebab, saya tidak menjelekkan agama. Kalau orang lain tidak menghormati saya, kita sih tetap hormati. Saya terus memberitakan Injil, sambil mendoakan orang sakit. Saya mau mereka mengenal Yesus. Untuk apa saya dianiaya kalau bukan untuk Yesus. Kalau saya memberitakan Injil, saya tidak melihat suku. Mau suku apapun, pokoknya saya rangkul. Ke Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan kemana lagi, saya juga pernah. Saya beritakan injil ke gembel-gembel, gelandangan-gelandangan, tukang becak, ulama-ulama. Pejabat-pejabat, penyanyi-penyanyi. Puji Tuhan, banyak yang terima. Tapi saya tidak mengkristenkan orang. Pokoknya saya beritakan dengan kasih. Pernah ada sudara saya yang datang. Dia tanya, “Ngapain kamu jadi Kristen? Miskin, sengsara. Sudah ini tanda tangan!” Saya mau dikasih rumah kalau saya mau kembali ke agama dulu. Saya sampai menangis. Saya berdoa di kebun waktu magrib. Saya pilih surga. Teman-teman saya di Sangkuriang, ada yang sudah tahu. Malah ada yang mulai bertobat, rumahnya di Cirebon. Sekarang memang jarang tampil, karena rumahnya jauh-jauh. Tapi setiap Agustus banyak undangan menghibur di masyarakat. Kalau ada peresmian, saya tampil memainkan calung.

Saya pernah ditawarkan sekolah teologi, tapi saya belum kepengin. Saya pengin beritakan Injil saja. Saya selalu minta pertolongan Roh Kudus, supaya mengerti. Kuku saya sekarang sudah tumbuh lagi, yang bekas cabutan tadi. Jadi orang Kristen memang nggak selalu enak. Tapi, sekarang banyak yang maunya enak-enak, maunya besar-besar. Coba lihat saya, yang dianiaya begini. Ini sekarang masih sakit, tapi saya hanya serahkan pada Yesus saja. Kiranya kesaksian ini menjadi berkat bagi saudara-saudara semuanya. Adapun ayat yang saya sukai adalah Filipi 4 ayat 13 dan 19: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.”

PUJI TUHAN.


Catatan :
Nama lahir             Achmad Yusuf
Nama lain               Abah Us Us
Lahir                       13 Juni 1939
Meninggal             8 Mei 2010 (umur 70)
Pekerjaan              aktor, pelawak
Achmad Yusuf atau lebih dikenal dengan panggilan Abah Us Us atau Us Us (lahir di Bandung, Jawa Barat, 13 Juni 1939 – meninggal di Bogor, 8 Mei 2010 pada umur 70 tahun) adalah seorang pelawak dan pemeran asal Indonesia.
Ia terkenal dengan grup lawaknya, D'Bodors - bersama Yan Asmi atau Kang Uyan dan Kang Engkus - dan juga ikonnya yang menggunakan peniti besar di bajunya.
Meninggal
Abah Us Us meninggal di RS M.H. Thamrin, Cileungsi, sekitar pukul 06.55 WIB tanggal 8 Mei 2010. Ia meninggal karena serangan jantung dan dimakamkan di taman pemakaman umum yang terletak di Jl. Rumah Sakit Ujungberung, Bandung.
 

1 komentar:

  1. lah coba buka ini http://www.youtube.com/watch?v=RCyBS2jwLz4 kok beda ya?????

    BalasHapus