Yesus Gembala yang Baik.

Kamis, 09 April 2009

KESETIAAN SEORANG GURU SEKOLAH MINGGU


Menghadapi Anak Nakal
Sebuah Sekolah Minggu (SM) di satu kota kecil sedang kesulitan mencari guru yang bersedia untuk mengajar anak-anak di kelas usia 10-12 tahun. Bukan sembarang guru yang dibutuhkan karena anak-anak di kelas tersebut dikenal sangat nakal dan suka membuat keributan, sehingga tidak satu guru pun yang tahan mengajar mereka selama beberapa waktu belakangan ini.
Akhirnya bapak pendeta dari gereja yang menaungi Sekolah Minggu tersebut menunjuk seorang anggota jemaatnya untuk mengajar di kelas tersebut. Uniknya, jemaat tersebut bukanlah seorang yang terpelajar, sebab untuk membaca dan mempelajari bahan pelajaran SM saja rupanya ia mengalami banyak kesulitan. Tampaknya guru baru ini juga tidak akan bertahan lama sama seperti mereka yang mendahuluinya. Namun, ia penuh ketekunan ia memberikan pengajaran dari minggu ke minggu dan dengan penuh kesungguhan menyatakan firman Tuhan kepada murid-muridnya.

Kasih
Guru tersebut ternyata memenuhi satu persyaratan mutlak yang harus dipenuhi dalam mengajar dan menerapkan firman Tuhan, yaitu kasih! Dengan kasih yang amat besar ia mengajarkan firman Tuhan kepada murid-muridnya dengan tekun dan setia. Murid-murid yang tadinya nakal dan ribut lambat laun mengerti bahwa guru baru mereka ini mengajar dengan kasih, dan akhirnya anak-anak juga membalasnya dengan kasih yang tulus.
Guru yang tekun dan penuh kasih ini memberikan kepada para muridnya berbagai macam aktivitas rohani dan sosial yang bermanfaat. Ia dapat melihat potensi besar yang tersembunyi di balik kenakalan anak-anak tersebut. Akhirnya, kelas SM ini membuahkan seorang hakim, seorang pengacara dan tiga pendeta!

Berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Kor. 15:58).

Dipungut OPH dari Buku
Embun Surgawi
Pdt. Ishak Sugianto

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar