Yesus Gembala yang Baik.

Kamis, 09 April 2009

LUAR BIASA - Norman Vincent Peale


Pengantar
Dengan dorongan dari orang tuanya, Tom Demsey mampu melakukan apa pun. Suatu kali ia ingin bermain football (sepakbola Amerika). Keinginannya yang terbesar ialah menonjol dalam bidang tertentu dan football-lah yang dipilihnya. Ia pun mengikuti ujian kemampuan menendang dan dikontrak oleh Chargers.

Pernah Ditolak
Namun, dengan cara yang halus pelatihnya mengatakan bahwa ia tidak memenuhi syarat untuk sukses di olahraga ini. Lalu ia mendorong Tom untuk mencoba olahraga lain. Akhirnya, Tom bergabung dengan New Orleans Saints dan meminta diberi kesempatan. Sang pelatih merasa ragu, tetapi keyakinan diri Tom begitu mengesankan sehingga ia diberi kesempatan.
Dua minggu kemudian sang pelatih merasa lebih terkesan saat Tom melakukan tendangan gol sejauh lima puluh meter dalam pertandingan percobaan. Hal itu membuat Tom mendapat posisi sebagai penendang bola tetap untuk Saints, dan selama musim pertandingan itu ia mempersembahkan 99 gol untuk timnya. Kemudian tibalah saat pertandingan besar itu. Stadion dipenuhi 66.000 penonton. Bola saat itu berada sejauh 25 meter dari gawang, dan hanya tersisa waktu beberapa detik. Selanjutnya bola itu terbawa ke jarak 41 meter. Sekarang hanya tersisa waktu untuk melakukan satu langkah saja. “Larilah ke sana dan tendang bola itu, Dempsey,” teriak pelatihnya.

Tendangan Pemenang
Ketika berlari memasuki lapangan, Tom tahu bahwa timnya berada pada jarak lima puluh meter dari gawang , atau 57 meter dari tempat ia harus melakukan tendangan. Rekor tendangan terjauh sampai saat itu adalah 50 meter, yang dibuat oleh Bert Rechichar dari Baltimore Colts.
Tom berhasil mendapatkan bola itu dan menempatkan bola itu dan menempatkannya dengan begitu pas pada kakinya. Bola itu melambung lurus, tetapi apakah tendanngannya akan cukup jauh? Enam puluh enam ribu penonton menyaksikan dengan menahan napas. Petugas yang mengambil bola di sudut lapangan mengangkat tangannya, memberi tanda bahwa tendangannya berhasil. Bola itu menembus garis gawang meski hanya beberapa sentimeter. Tim Tom Dempsey menang dengan angka 19-17. Penonton bersorak, takjub dengan tendangan gol terjauh yang pernah dibuat!

Sang Penentu Kemenangan
“Luar Biasa!” teriak seorang penonton. Dempsey hanya tersenyum. Ia teringat pada orangtuanya. Mereka selalu mengatakan hal-hal yang dapat dilakukannya, bukan apa yang tidak dapat dilakukannya. Setelah berhasil mencapai prestasi yang luar biasa itu, ia hanya berkata,”Itu karena orang tua saya tak pernah mengatakan bahwa saya tak dapat berbuat apa-apa.”. Benar-benar luar biasa! Lebih-lebih gol tersebut dibuat oleh seorang pemain dengan kaki yang hanya separuh dan tangan yang cacat!
Memang, meskipun terlahir dengan kaki kanan hanya separuh dan tangan kanan yang cacat, tidak membuat Tom Demsey merasa risi dengan kondisinya. Hal ini berkat orangtuanya. Tom melakukan apa pun yang dilakukan oleh orang normal. Kalau para anggota pramuka lain dapat berjalan sejauh 15 km, demikian pula Tom. Ia dapat melakukan apa saja seperti anak-anak lain. Saat bermain football, ia menyuruh seorang merancang sepatu khusus. Tanpa sedikit pun berpikir negatif mengenai kaki kanannya yang hanya separuh dan tangan kanannya yang cacat

Disusun ulang OPH dari buku
Mengejar Pelangi
Alice Gray

Tidak ada komentar:

Posting Komentar